Petualangan Pompi, Kampanye Sadar Keamanan Pangan

Kompas.com - 19/08/2008, 19:50 WIB

JAKARTA, SELASA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) meluncurkan program Petualangan Pompi, bentuk penyuluhan moderen yang dikemas secara aktif, inovatif dan kreatif untuk mensosialisasikan lima kunci keamanan pangan dan bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan ke anak-anak yang masih belia. Hal ini dilakukan agar anak-anak lebih hati-hati dalam memilih makanan, termasuk jajanan sekolah.

Menurut Direktur Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM Aziza Nuraini, dalam jumpa pers, Selasa (19/8), di Tea Addict Lounge, Jakarta Selatan, kampanye keamanan pangan adalah salah satu bentuk strategi Badan POM agar masyarakat mengingat pesan-pesan keamanan pangan yang disampaikan. Kampanye ini memiliki pesan utama Amankan Pangan dan Bebaskan Produk dari Bahan Berbahaya .

Agar target sasaran mudah tergugah, termotivasi, terkesan dan selalu mengingat pesan-pesan keamanan pangan yang disampaikan, maka diperlukan maskot dalam kampanye itu. Maka dipilihlah Pompi sebagai maskot keamanan pangan. "Karakter Pompi digunakan di seluruh kegiatan dengan harapan dapat menghidupkan karakter Pompi, sehingga tidak hanya berhenti sebagai ikon, namun bisa jadi standar perilaku bagi target sasaran masyarakat, terutama pelajar," ujarnya.

Kegiatan Pompi merupakan satu bentuk penyuluhan moderen yang dikemas secara atraktif, inovatif dan kreatif untuk mensosialisasikan lima kunci keamanan pangan yaitu jagalah kebersihan, pisahkan pangan mentah dari pangan matang, masakl ah yang benar, jagalah pangan pada suhu aman, serta gunakanlah air dan bahan baku yang aman. Kegiatan itu juga untuk mensosialisasikan bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan.

Selain itu, kegiatan Petualangan Pompi difokuskan pada acara-acara bersifat interaksi langsung kepada para siswa sekolah dasar. Beberapa kegiatan pokoknya antara lain, panggung boneka Pompi dan lokakarya panggung boneka, koki cilik, pustaka Pompi, dan klub Pompi. Pada tahap awal, kegiatan itu akan digelar di 27 sekolah dasar di tiga kota yaitu Jakarta, Semarang dan Surabaya.

Badan POM juga bermitra dengan lembaga TriwargaGolf Goes To School dan Indonesia Junior Golf Community yang akan menyelenggarakan program edukasi untuk mengenalkan permainan golf secara dini kepada siswa SD. Tujuannya, untuk membangun kesadaran para siswa untuk selalu berprestasi dengan menjaga mutu konsumsi pangan serta menjaga kesehatan fisik dengan melaksanakan olahraga yang bersih dan sehat.  

Kegiatan Petualangan Pompi diharapkan dapat menumbuhkan sikap sadar keamanan pangan sejak dini serta memberi efek meluas ke banyak bidang dan anak dapat jadi motivator untuk lingkungan sekitarnya, kata pelaksana proyek Petualangan Pompi , Imam Rachmadi menambahkan. Mengingat respons yang bagus dari pihak sekolah yang didatangi tim Petualangan Tompi , kegiatan itu rencananya akan terus dikembangkan ke sejumlah kota di Tanah Air.       

 

 

 

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau